MARHABAN YAA RAMADHAN

on Friday, August 21, 2009

MARHABAN YAA RAMADHAN

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1430H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga ibadah shaum yang kita jalani diterima Allah SWT

Taqabalallahu minna waminkun, Taqabalallahu ya karim

Amin




Read More...

Apa Yang Terjadi Tahun 2012 ?

on Monday, July 13, 2009

BANGSA MAYA

Bangsa Maya adalah sebuah peradaban yang muncul di Mesoamerika dan terkenal akan skrip tertulis, kebudayaannya yang spektakuler. Kebudayaan ini termasuk seni menguasai ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang luar biasa, perhitungan perbintangan yang rumit, serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub.

Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guatemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Bangsa Maya mempergunakan glyphs atau gambar untuk mendokumentasikan peradaban mereka, namun begitu hingga saat ini banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius yang belum dapat dipecahkan.

Para arkeolog -seperti juga kebanyakan dari masyarakat dunia- percaya bahwa Bangsa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalan seperti buku-buku, meja batu dan cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku di perpustakaan Mayan dibakar tentara Spanyol yang tiba di Yucatan pada abad ke-16. Serangan itu hanya menyisakan beberapa artefak yang misterius saja, padahal pada masa keemasannya Bangsa Maya merupakan negeri terpadat dengan kebudayaan paling dinamis di dunia.

KALENDER BANGSA MAYA

Salah seorang sejarawan Amerika yang mencurahkan dedikasinya untuk meneliti peradaban Bangsa Maya adalah Dr. Jose Arguelles. Ia mendalami ramalan Bangsa Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.

Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyond Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi atau Galactic Synchronization. Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap lagi yang disebut dengan Baktun, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.

Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, Bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa Pre-Galactic Synchronization, mereka menamakannya sebagai The Earth Regeneration Period. Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru yaitu penyelarasan galaksi.

Sebetulnya selain perhitungan baktun, ada empat siklus lainnya yang jarang dipergunakan Bangsa Maya yaitu Piktun, Kalabtun, K’inchiltun, dan Alautun. Keempat siklus ini juga memiliki tingkat kerumitan perhitungan yang tinggi.

Bagaimanapun, menurut Sandra Noble, Direktur Eksekutif dari Foundation for the Advancement of Mesoamerican Studes, Inc., kiamat pada tahun 2012 merupakan sebuah misinterpretasi. Bangsa Maya kuno justru merayakan pergantian siklus yang jarang terjadi ini.

21 Desember 2012?

Kiamat tahun 2012 merupakan fenomena budaya yang disebarkan oleh banyak sekali sumber mulai dari buku, televisi, hingga internet. Ramalan ini didasarkan pada perhitungan Long Count Calendar berjarak 5.125 hari milik Bangsa Maya yang akan jatuh pada 21 Desember 2012. Para ilmuwan juga dibuat percaya dengan fakta bahwa bumi telah mencapai sebuah titik dimana sebuah kepunahan massal akan terjadi, terutama dengan adanya fakta mengenai global warming dan segala macam hal lainnya.

Awal mula isu akhir zaman pada tahun 2012 dapat ditelusuri kebelakang, yaitu semenjak terbitnya buku The Maya (1966) karangan Michael D. Coe. Dalam buku itu ia menyebutkan tanggal 24 Desember 2011 sebagai hari dimana Bangsa Maya percaya seluruh peradaban manusia akan musnah oleh kiamat, sedangkan 2012 baru disebutkan sebagai tahun pergantian peradaban oleh Jose Arguelles dalam bukunya Transformative Vision pada tahun 1975.

The History Channel dalam pembahasannya mengenai kiamat pada tahun 2012 menunjukkan beberapa ramalan yang berkaitan dengan hal tersebut. Salah satunya ramalan milik kaum Hopi. Mereka diperingatkan mengenai ancaman perang dunia ketiga, temperatur yang semakin tinggi, dan kelaparan yang kesemuanya akan terjadi bersama-sama dan menghapus peradaban manapun dari muka bumi. Beberapa ramalan lain yang mungkin berhubungan dengan akhir zaman adalah:

  • The Book of Revelations karangan John Patmos
  • The Sibylline Books
  • The Quatraines and The Lost Book milik Nostradamus
  • The Prophecy of The Popes karangan Saint Malachy
  • Interpretasi I Ching oleh Terrence McKenna dalam bukunya Timewave Zero

Selain itu beberapa literatur lain juga banyak menyebutkan mengenai teori akhir zaman dan kaitannya dengan tahun 2012. Namun begitu banyak sejarawan yang meneliti peradaban Maya menolak teori yang menghubungkan kalender Bangsa Maya dengan kiamat. Menurut mereka tidak ada bukti apapun yang bisa menunjukkan kesesuaian antara

Long Count Calendar dengan akhir peradaban manusia. Bahkan seorang pakar astronomi dari University of Florida, Susan Milbrath, menunjuk bahwa teori kiamat pada tahun 2012 sebagai ekspoitasi kebudayaan Maya untuk kepentingan politik atau pribadi.

Sumber: http://redysatria.cn/apa-yang-terjadi-tahun-2012


Read More...

TJONG A FIE "The Legendary Chinese Major"

on Saturday, June 27, 2009

TJONG A FIE
150 YEARS HERITAGE EXHIBITION


Tjong A Fie, a.k.a Tjong Fung Nam was born in Sung Kow Village (Mei Xien), Canton. Like many youngsters in his day, Tjong A Fie's young blood and high spirit had brought him to leave mainland China across the ocean to the East Coast of Sumatra Island in Laboean town / Kampoong.


Tjong A Fie and his brother, Tjong Yong Hian's arrival in Deli Land made them have to start a new life by running a grocery.

Upon being succesful in their trade, the Dutch Government appointed them as government officers with the initial rank as Lieutenant to take car of community's affairs, especially the Chinese community, They later became the Honorary Officers of Chinese Empire for the Far East / Indonesia in the era of the Ching Dynasty.

Tjong A Fie died on February 4,1921

THE MANSION

The Mansion of the late Major Tjong A Fie in Kesawan was built in around 1890 on the land of 6,000 m2. It is a two storey building with 40 bedrooms.

The Architecture motive af ancient Chinese, European and Malay became the characteristic of Tjong A Fie's philosophy.

(@ "Tjong A Fie" 150 Years Heritage Exhibition)
Read More...

Final Liga Champions

on Tuesday, May 5, 2009

Champions League

Semifinal
Leg Pertama:
Barcelona VS Chelsea, Stadion Nou Camp Tanggal 28 April 2009 Pukul 01.45 WIB (Siaran Langsung RCTI)
Manchester United VS Arsenal, Stadion Old Trafford Tanggal 29 April 2009 Pukul 01.45 WIB WIB (Siaran Langsung RCTI)

Leg Kedua:
Arsenal VS Manchester United, Stadion Emirates Tanggal 5 Mei 2009 Pukul 01.45 WIB (Siaran Langsung RCTI)
Chelsea VS Barcelona, Stadion Stamford Bridge Tanggal 6 Mei 2009 Pukul 01.45 WIB (Siaran Langsung RCTI)

Final
Arsenal/Manchester United VS Barcelona/Chelsea, Stadion Olimpico, Roma Tanggal 27 Mei 2009 Pukul 01.45 WIB.

Masih tetap menjagokan MU untuk membawa pulang Trofi Liga Champion 27 Mei 2009 nanti. Go My Rock Team "Manu"

Read More...

For Sale : Yamaha Mio Limited Edition - SOLD

on Monday, March 30, 2009

For Sale : Yamaha Mio Limited Edition

Yamaha Mio Soul
Colour : Black
Full Accessories :
Ban 110+100
Spion KOSO
Grip FINO YAMAHA
Anti Getar Stang YAMAHA
Muffler Rusty
Paha Rem YAMAHA
Tank Cap
Boss Depan YAMAHA
Boss Belakang YAMAHA
Cover Magnet
Baut Cacing
Baut CVT
Topi Baut
Karpet
shock jok
Easy throttle
cover lampu depan

Interesting ? Please contact this blog !
Read More...

Go Green, Love Ur Earth

on Friday, March 20, 2009

Sebagai salah satu bagian yang tak terpisahkan dari bumi dan merasa memiliki dan membutuhkan bumi ini, tidak ada salahnya jika kita berusaha untuk lebih mencintai bumi ini.
Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas,bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan."Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah
Anda berpikir.
Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara.
Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 - 0,3 oC. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040(33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh.
Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu.
Rumah-rumah di pesisir terendam air laut.Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.
Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 oC per tahun. Tanda yang kasat mata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.
Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.
Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi - termasuk laut di seputar Indonesia - terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.
Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer).
Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan-lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.
Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.
Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal.Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta. Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.
Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, Termasuk anak-anak kita nanti.
Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :
. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan bakar fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC....Tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas, bahan bakunya berasal dari kayu, seperti kertas tissue, kertas ATM (jika tidak perlu, tidak usah pakai slip), dll. Menghemat 2 lembar tissue setiap hari, sama dengan menyelamatkan seratus pohon setiap tahun.
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi
Read More...

Just a test

"Life's not so easy. You know why?
It's not just about like and dislike, it's so terrible if we always confuse with our thinking......." by Afian
Read More...